23.36
Pukul 23.23, saat aku menulis ini.
Entah apa yang aku pikirkan,
aku hanya ingin menulis dan menulis.
Mungkin tulisan ini tidak seindah tulisanku yang lalu.
Namun aku yakin, masih layak untuk dibaca.
Semua rasa bercampur memeluk jiwaku malam ini.
Lelah, gelisah, bimbang, sedih dan apa-apa yang membuat malamku berbeda.
Aku tak butuh hal-hal yang indah jika itu sendiri.
Aku juga tak butuh hal-hal yang mewah jika itu hanya sementara.
Yang ku butuhkan saat ini, hanyalah pelukan dan senyuman wanita yang paling aku kagumi di seluruh dunia.
Siapa lagi kalau bukan ibu.
Bu, aku benar-benar merindukanmu.
Walaupun hanya beberapa hari kita tak bertemu,
namun ada kau di sisi semua terasa lebih baik.
Lelah, gelisah, bimbang, sedih atau apalah itu akan hilang hanya dengan belaianmu dirambutku.
Bu, sudah 10 menit sejak aku memulai menulis ini sambil memikirkanmu.
Namun akhirnya, rinduku pun belum menemukan titik temu.
–
Merindukanmu adalah perlabuhan rindu yang paling tepat dihidupku.
Entah apa yang aku pikirkan,
aku hanya ingin menulis dan menulis.
Mungkin tulisan ini tidak seindah tulisanku yang lalu.
Namun aku yakin, masih layak untuk dibaca.
Semua rasa bercampur memeluk jiwaku malam ini.
Lelah, gelisah, bimbang, sedih dan apa-apa yang membuat malamku berbeda.
Aku tak butuh hal-hal yang indah jika itu sendiri.
Aku juga tak butuh hal-hal yang mewah jika itu hanya sementara.
Yang ku butuhkan saat ini, hanyalah pelukan dan senyuman wanita yang paling aku kagumi di seluruh dunia.
Siapa lagi kalau bukan ibu.
Bu, aku benar-benar merindukanmu.
Walaupun hanya beberapa hari kita tak bertemu,
namun ada kau di sisi semua terasa lebih baik.
Lelah, gelisah, bimbang, sedih atau apalah itu akan hilang hanya dengan belaianmu dirambutku.
Bu, sudah 10 menit sejak aku memulai menulis ini sambil memikirkanmu.
Namun akhirnya, rinduku pun belum menemukan titik temu.
–
Merindukanmu adalah perlabuhan rindu yang paling tepat dihidupku.
Komentar
Posting Komentar